Jumat, 28 Juni 2013

Tindakan berhubungan dengan nyeri-keperawatan

TUGAS KDM II

“TINDAKAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN NYERI”








Di Susun :

Ø FITHRI
Ø RONI FARDIAN
Ø SUSAN KOMALA SARI
Ø ADAM KESUMA DHARMA

Dosen Pembimbing :
Ns.Yeni Yarnita S,kep

Program Studi DIII Keperawatan
Fakultas MIPA dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Riau
Pekanbaru
(UMRI)









KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada ALLAH SWT berkat rahmat dan karunia-Nya kami bisa menyelesaikan  makalah  yang berjudul “TINDAKAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN NYERI”.
Adapun maksud penyusunan makalah ini ialah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah KDM II (kebutuhan dasar manusia), selain itu kami berharap semoga Makalah ini bisa bermanfaat bagi kehidupan sosial masyarakat.
Pada kesempatan ini pula, tak lupa kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang turut berpatisipasi dalam penyusunan makalah ini termasuk dosen pembimbing yaitu Ns.Yeni Yarnita S,kep.
Tak ada gading yang tak retak,oleh karena itu kami menyadari banyak sekali kekurangan dalam penulisan Makalah ini,oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dimasa mendatang.










DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………………..…….1
Daftar Isi……………………………………………………........................................2
BAB I Pendahuluan……………………………….......................................................3
1.1       Latar Belakang…………………………...............................................3
1.2       Tujuan.....................................................................................................3
1.3       Manfaat..................................................................................................3
BAB II  Tinjauan Teoritis………………………………………………….…..............4     
            2.1       Penatalaksanaan Nyeri ………………………………………...............4
            2.2       Upaya Mengatasi Ketidaknyamanan (nyeri)………………….………..5
            2.3       Hubungan Perawat-Pasien dan  Penyuluhan Pasien……………….......8
BAB III Penutup……………………………………………………………………....10
            3.1       Kesimpulan………………………………………………………….....10
            3.2       Saran…………………………………………………………………...10
Daftar Pustaka………………………………………………………………………....11









BAB I
PENDAHULUAN

1.1            LATAR BELAKANG
Perawat membantu meredakan nyeri dengan memberikan intervensi penghilang nyeri (termasuk pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis), mengkaji kefektifan intervensi tersebut, memantau terhadap efek yang merugikan dan berperan sebagai advokat pasien apabila intervensi yang dianjurkan tidak efektif dalam meredakan nyeri.
Perawat bertindak sebagai educator bagi pasien dan keluarganya untuk memampukan mereka dalam menangani sendiri intervensi yang diharuskan bilamana memungkinkan.
1.2            TUJUAN
Sebagai bahan ajar dan penambahan pengetahuan tentang gambaran prospek tindakan yang berhubungan dengan nyeri
1.3            MANFAAT
Agar mahasiswa mengetahui dan dapat memahami bebrbagai macam tindakan farmakologi dan nonfarmakologi yang berhubungan dengan rasa nyeri.










BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1     PENATALAKSANAAN NYERI
Penatalaksanaan nyeri adalah  cara meringankan nyeri atau mengurangi nyeri sampai tingkat kenyamanan yang dapat diterima klien. Penatalaksanaan nyeri meliputi 2 tipe dasar intervensi farmakologi dan nonfarmakologi. Penatalaksanaan keperawatan terdisi dari tindakan keperawatn mandiri dan kolaborasi.
1.      Penatalaksanaan nyeri secara farmakologi
Melibatkan penggunaan obat (narkotik), nonopiat atau obat AINS (anti inflamasi nonsteroid), obat-obat koanalgesik.
·         Analgesik opiat mencakup derivat opium seperti morfin dan kodein, narkotik meredakan nyeri dan memberikan perasaan euforia. Ketika memberikan analgesik apapun, perawat harus meninjau efek sampingnya. Semua opiat menimbulkan sedikit tasa kantuk pada awalnya ketika pertama akli diberikan, tetapi dengan pemberian yang teratur, efek samping ini cenderung menurun. Opiat jugak menyababkan mual,muntah,konstipasi,dan depresi pernapasan serta harus digunakan secara hati-hati pada klien yang mengalami gangguan pernapasan.
·         Nonopiat (analgesik non-narkotik) termasuk obat AINS seperti Aspirin. Nonopiat mengurangi nyeri dengan cara bekerja diujung saraf perifer pada daerah luka dan menurunkn tingkat mediator inflamasi yang dihasilkan didaerah luka. Penatalaksaan farmakologi myeri ringan hingga sedang harus dimulai dengan menggunakan obat AINS, kecuali ada kontra indikasi khusus. Sebagai contoh, obat AINS dikontraindikasikan pada klien yang memiliki gangguan pembekuan darah dan perdarahan gastrointestinal atau risiko ulkus.
·         Analgesik adjuvans adalah obat yang dikembangkan untuk  tujuan selain penghilang rasa nyeri tetapi obat ini dapat mengurangi nyeri kronis tipe tertentu selain melakukan kerja primernya. Sedatif ringan atau obat penenang, sebagai contoh dapat membantu mengurangi spasme otot yang menyakitkan, kecemasan, stres, dan ketegangan sehingga klien dapt tidur nyenyak dihari. Antidepresan digunakan untuk mengatasi depresi  dan gangguan alam perasaan yang mendasarinya, tetpi juga dapat menguatkan strategi nyeri lainya.
·         Menangani nyeri yang dialami pasien melalui intervensi farmakologis dilakukan dalam kolaborasi dengan dokter atau pemberi perawatan utma lainnya dan pasien.
Obat-obat tertentu untuk penatalaksanaan nyeri mungkin diresepkan atau kateter epidural mungkin dipasang untuk memberikan dosis awal.
2.      Penatalaksanaan Nyeri Secara Nonfarmakologi
Penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologi terdiri dari strategi penatalaksanaan nyeri secara fisik dan kognitif-perilaku.
Distraksi
Relaksasi
Stimulasi kulit
Imajinasi terbimbing

2.2     UPAYA MENGATASI  KETIDAKNYAMANAN (nyeri)
Metode dan teknik yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mengatasi nyeri antara lain sebagai berikut :

a.     Distraksi
            adalah mengalihkan perhatian klien dari nyeri.teknik distraksi yang dapat dilakukan diantaranya adalah:
            1.bernafas lambat dan berirama secaa teratur
            2.menyanyi berirama dan menghitung ketukannya
            3.mendengarkan musik
4.mendorong untuk menghayal (guided imagery) yaitu melakukan bimbingan yang baik kpada klien untuk menghayalteknik nya sebagai berikut :.
            a.atur posisi yang nyaman pada klien
b.dengan suara yang lembut,mintakan klien untuk memikirkan hal-hal yang menyenangkan atau pengalaman yang membantu pengunaan semua indra.
c.mintakan klien untuk tetap berfokus pada bayangan yang menyenangkan sambil merelaksasikan tubuhnya.
d.bila klien tampak rileks,perawat tidak perlu berbicara lagi.
e. jika klien menunjukkan tanda-tanda agitasi,gelisah,atau tidak nyaman,perawat harus menghetikan latihan dan memulainya lagi ketika klien siap.

            5. massage (pijatan). Ada beberapa teknik massage yang dapat dilakukan untuk distraksi seperti yang tergambar berikut ini..
            a. remasan.usap otot bahu yang dikerjakan secara bersama
b.selang seling tangan.memijat pungung dengan tekanan pendek,cepat,dan bergantian tangan.
c.gesekan.memijat punggung dengan ibu jari,gerakannya memutar sepanjang tulang punggung dari sakrum ke bahu.
d.eflurasi.memijat punggung dengan  kedua tangan,tekanan lebih halus dengan gerakan keatas untuk membantu aliran balik vena.
e.petriasi.menekan punggung secara horizontal.pindah tangan anda,dengan arah yang berlawanan,menggunakan gerakan meremas.
f.tekanan menyikat.secara halus,tekan punggung denagan ujung-ujung jari untuk mengakhiri pijatan.

b.teknik relaksasi
            Teknik ini didasarkan kepada keyakinan bahwa tubuh berespon pada ansietas yang merangsang pikiran karna nyeri atau kondisi penyakitnya.tenik relaksasi dapat menurunkan ketegangan fisiologis.teknik ini dapat dilakukan dengan kepala ditopang dalam posisi berbaring atau duduk dikursi.hal utama yang dibutuhkan dalam teknik relaksasi adalah klien dengan posisi yang nyaman klien dengan pikiran yang beristirahat, dan lingkungan yang tenang.
            Teknik relasasi banyak jenisnya, salah satunya adalah relaksasi autogenik. Relaksasi ini mudah dilakukan dan tidak berisiko. Prinsipnya klien harus mampu berkonsentrasi sambil membaca mantra atau doa atau dzikir dalam hati seiring dengan ekspirasi udara paru-paru.
Langkah-langkah latihan relaksasi autogenik :
1)      Persiapan sebelum memulai latihan
a.       Tubuh terbaring, kepala disanggah dengan bantal, dan mata terpejam.
b.      Atur napas hingga napas menjadi lebih teratur
c.       Tarik napas sekuat-kuatnya lalu buang secara perlahan-lahan sambil katakan dalam hati ‘saya damai dan tenanga’
2)      Langkah 1 : merasakan berat
a.       Fokuskan perhatian pada lengan dan bayangkan kedu lengan terasa berat. Selanjutnya, secara perlahan-lahan bayangkan kedua lengan terasa kendur, ringan hingga terasa sangat ringan sekali sambil katakan ‘saya merasa damai dan tenang sepenuhnya’
b.      Lakukan hal yang sama pada bahu, punggung, leher, dan kaki
3)      Langkah 2 : mearasakan kehangatan
a.       Bayangkan darah mengalir keseluruh tubuh dan rasakan hawa hangatnya aliran darah, seperti merasakan minuman yang hangat, sambil mengatakan dalam diri ‘saya merasa senang dan hangat’
b.      Ulangi enam kali
c.       Katakan dalam hati ‘saya merasa damai,tenang’
4)      Langkah 3 : merasakan denyut jantung
a.       Tempelkan tangan kanan pada dada kiri dan tangan kiri pada perut
b.      Bayangkan dan rasakan jantung berdenyut dengan teratur dan tenang. Sambil katakan ‘jantungnya berdenyut dengan teratur dan tenang’
c.       Ulangi enam kali
d.      Katakan dalam hati ‘saya merasa damai dan tenang’
5)      Langkah 4 :latihan pernapasan
a.       Posisi kedua tangan tidk berubah
b.      Katakan dalam diri ‘napasku longgar dan tenang’
c.       Ulangi enam kali
d.      Katakan dalam hari ‘saya meraa damai dan tenang’
6)      Langkah 5 : latihan abdomen
a.       Posisi kedua tangan tidak berubah. Rasaka pembuluh darah dalam perut mengalir dengan teratur dan terasa hangat
b.      Katakan dalam diri ‘darah yang mengalir dalam perutku terasa hangat’
c.       Ulangi enam kali
d.      Katakan dalam hati ‘saya merasa damai dan tenang’
7)      Langkah 6 : latihan kepala
a.       Kedua tangan kembali pada posisi awal
b.      Katakan dalam hati ‘kepala saya terasa benar-benar dingin. Ulangi enam kali
c.       Katakan dalam hati ;saya merasa damai dan tenang’
8)      Latihan 7 : akhir latihan
Mengakhiri latihan relaksasi autogenik dengan melekatkan (mengepalkan) lengan bersamaan dengan napas dalam, lalu buang npas pelan-pelan sambil membuka mata.

c. Hipnotis
Hipnotis adalah suatu teknik menghasilkan suatu keadaan tidak sadar diri yang dicapai melalui gagasan-gagasan yang disampaikan oleh pehipnotisan.
d.Obat Analgesik
Obat analgesik mengurangi persepsi seseorang tentang rasa nyeri, terutama lewat daya kerjanya atas sistem saraf sentral dan mengubah respons seseorang terhadap rasa sakit.


2.3       HUBUNGAN PERAWAT-PASIEN DAN PENYULUHAN PASIEN
Dua tindakan keperawatan yang menjadi dasar dari semua penatalaksanaan nyeri lainnya adalah
Hubungan perawat-klien
Penyuluhan pada pasien tentang nyeri dan cara meredakannya. Aktivitas ini dapat menurunkan nyeri saat tidak adanya tindakan pereda nyeri lainnya.
Hubungan perawat-pasien yang positif penting dalam komunikasi dan penyuluhan yang efektif.
Kepercayaan adalah suatu elemen penting dalam hubungan ini.
Menunjukkan kepada pasien tentang keyakinan perawat bahwa pasien menderita nyeri sering membantu mengurangi ansietas.
Untuk mengatakan pada pasien, "saya mengerti anda mengalami nyeri" sering akan membuat pasien tenang.
Kadang kala, pasien yang takut bahwa tidak seorangpun yang percaya laporannya mengani nyeri akan tenang ketika ia mengetahui bahwa perawat dapat dipercaya bahwa ia benar-benar mengalami nyeri,
Perawat juga memberikan informasi melalui penyuluhan pasien tentang bagaimana nyeri dapat dikontrol.
Pasien diinformasikan ,sebagai contoh, bahwa nyeri harus dilaporkan dalam tahapan yang sagant dini.
Bila pasien menunggu terlalu lama untuk melaporkan nyerinya, nyeri dapat menjadi demikian hebat sehingga sulit untuk diredakan.
Hubungan perawat-pasien yang positif dan penyuluhan merupakan kunci vdari penatalaksanaan analgesia pada pasien yang mengalami nyeri karena komunikasi yang terbuka dan kerjasama pasien penting untuk keberhasilannya.
Penyuluhan sama pentingnya karena pasien atau keluarga mungkin bertanggungjawab terhadap penanganan nyeri di rumah dan mencegah serta menangani efek samping.











BAB III
PENUTUP

3.1     KESIMPULAN
Nyeri adalah rasa yang menyebabkan penderitaan.
Penatalaksanaan nyeri meliputi : penatalaksanaan nyeri secara farmakologi dan non farmakologi. Upaya mengatasi ketidak nyamanan metodenya adalaha menggunakan :
Distraksi
teknik relaksasi
Hipnotis
Obat Analgesik

3.2     SARAN
Penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan olehnya itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan ajar untuk penyusunan berikutnya.










DAFTAR PUSTAKA
Kozier dan erb
Buku ajar praktik keperawatan klinis
Buku teknik prosedural keperawatan : konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar